Friday, June 16, 2017

Cara Budidaya Tomat di Lahan Gambut

Tanaman tomat dalam bahasa latinnya adalah Lycopersion esculentum tergolong warm season crop yang biasanya hidup pada dataran tinggi, namun kali ini kami mencoba akan menanam tomat pada dataran rendah dan khususnya di lahan gambut yang tingkat keasamannya atau pH antara 4 hingga 5. 

Cara bercocok tanam tomat bisa dilakukan secara langsung apabila persaingan gulma bisa di kendalikan. Akan tetapi pada umumnya dilakukan penyemaian dan dipindah tanam atau transplant untuk tujuan produksi dan mutu yang baik.

Pada tulisan kali ini kami akan membahas bagaimana cara budidaya tomat di lahan gambut agar berhasil. Langsung saja Sahabat Inspirasi Berkebun ikuti langkah-langkah yang akan kami jelaskan dbawah ini.
Cara Budidaya Tomat di Lahan Gambut
Pengolahan Lahan Gambut
Untuk lahan gambut yang bisa digunakan menanam tomat ketebalan gambut kurang dari tiga meter dan lapisan mineral dibawah gambut sangat menentukan pertumbuhan tanaman tomat. Salah satu cara untuk mengolah lahan gambut sebaiknya tanah gambut digemburkan terlebih dulu dan di kasih pupuk kandang supaya tingkat keasaman pada tanah gambut bisa berkurang.

Penyemaian
Persemaian tanpa bumbungan bisa dilakukan di bedeng atau di bak-bak semai dengan cara di tabur secara rata atau dengan larikan dan bisa juga dilakukan penyemaian kedalam pot-pot daun, pot-pot plastik atau pot-pot kertas. 

Media semai terdiri dari tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandinganya 1:1:1 media semai dan media bumbungan harus di sterilisasi terlebih dahulu supaya tidak mudah hama dan penyakit datang menyerang. Pemindahan bibit ke lahan bisa dilakukan setelah bibit sudah berumur satu bulan.

Transplanting atau Pemindahan 
Pemindahan bibit tomat ke lapangan bisa dilakukan setelah bibit tomat sudah berumur satu bulan, ukuran bibit yang baik mempunyai tinggi 10 cm hingga 15 cm dengan daun sempurna 2 pasang hingga 3 pasang. Sebelum di pindahkan lubang tanam harus di siapkan terbuka dan di biarkan agar terkena sinar matahari secara langsung selama 14 hari lubang tanam kira kira berukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm.

Pemupukan
Dosis pupuk yang diberikan untuk perhektar ialah pupuk kandang sebanyak 10 ton hingga 20 ton perhektar, pupuk N 5 sebanyak 100 kg perhektar, P2O5 sebanyak 80 kg hingga 100 Kg perhektar dan K2O sebanyak 60 kg hingga 120 kg perhektar. 

Bisa juga di aplikasikan dengan perbandingan 1:2:1, 1:2:2, 1:3:1 atau 1:4:1 tergantung tanah. Pemberian pupuk Nitrogen bisa dilakukan 2 kali aplikasi pada saat proses tanam dan pada saat berbunga. Pemberian kalsium perlu juga dilakukan untuk mencegah blossom end rot. Pemberian pupuk daun bisa dilakukan pada saat proses tanam dan berbunga.
Cara Budidaya Tomat di Lahan Gambut Agar Berhasil
Pemeliharaan 
Untuk memperoleh pertumbuhan tanaman tomat yang bagus harus dilakukan pemangkasan tunas-tunas, satu batang utama di biarkan dan dilakukan pembuangan semua cabang untuk menunjang pertumbuhan tanaman tomat. 

Tanaman tomat harus di kasih penopang dengan bambu atau tonggak kayu atau di lilit tali plastik dan di gantung pada kawat atau tiang, Penyiangan harus dilakukan secara hati-hati supaya tidak ada akar yang terluka. Pemberantasan hama dan penyakit tanaman tomat perlu dilakukan secara berkala dan yang perlu dicegah ialah serangan busuk daun hitam yang di sebabkan karena phytophtora infestans.

Pemanenan
Pemanenan tanaman tomat dilakukan sesuai dengan kriteria matang petik yang diinginkan tergantung tujuan dan jarak pemasaran dapat di saat matang hijau, kuning merah muda dan merah tua. Hasil panen bisa bervariasi sekitar 1/3 kg hingga 2 kg pada tomat dengan cara bercocok tanam di lahan gambut.

Demikian tulisan kami mengenai bagaimana cara budidaya tomat di lahan gambut agar berhasil. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi Sahabat Inspirasi Berkebun yang memiliki lahan gambut. Silahkan bagikan tulisan ini ke halaman facebook Sahabat Inspirasi Berkebun untuk menyimpan tulisan ini.

Sumber: Dwi Dibyo Kunjono, S.Pd (PPL Desa Lukit Kecamatan Merbau)

Thursday, June 15, 2017

Cara Pengendalian Hama Tikus Pada Tanaman Padi Sawah dengan Rodentisida Antikoagulan

Hewan tikus adalah merupakan salah satu hama utama yang sering menimbulkan kerugian besar bahkan hingga gagal panen dalam budidaya tanaman padi sawah. 

Hewan tikus sawah bisa berkembang biak mulai pada saat umur 1,5 bulan hingga 5 bulan. Setelah berkembang biak, masa kehamilan hewan tikus membutuhkan waktu 21 hari. Seekor tikus betina mampu melahirkan rata-rata 6 ekor anak hingga 10 ekor anak setiap kali melahirkan dan hewan tikus mampu berkembang biak lagi dalam waktu dua hari setelah melahirkan serta dapat hamil sambil menyusui dalam waktu yang bersamaan. 

Reproduksi hewan tikus dari 1 pasang tikus bisa mencapai kurang lebih 1.200 ekor turunan pertahun, suatu perkembangan yang sangat fantastis dan sangat berbahaya jika tidak dilakukan tindakan pengendalian terhadap hewan ini.

Banyak tindakan cara pengendalian hama tikus yang telah dilakukan selama ini oleh pelaku utama, mulai dari gerakan gropyokan pada awal tanam, sanitasi dan pengumpanan pada saat penanaman atau masa pertanaman padi berlangsung. Akan tetapi hama tikus masih tetap saja merajalela menyerang tanaman padi. Oleh sebab itu dalam pengendalian hama tikus diperlukan strategi yang benar dan efektif, sehingga populasi hama tikus selalu berada pada tingkat yang tidak menimbulkan kerugian secara ekonomis. 

Karena selama ini pengendalian hama tikus pada umumnya baru dilaksanakan setelah adanya tanda-tanda serangan hama tikus pada pertanaman. Bagi para petani yang tergabung dalam Subak Antosari, Subak Tiying Gading, Ds. Tiying Gading, Kec. Selemadeg Barat dan Subak Aseman, Ds. Megati, Kec. Selemadeg Timur melakukan pengendalian dengan menggunakan Rodentisida Antikoagulan (Petrakum), dengan prinsip racuni hewan tikus sebelum berkembang. 

Prinsip tersebut dilakukan melalui tindakan pengumpanan dan ternyata menunjukkan hasil yang cukup bagus dalam menekan perkembangan hama tikus. 

Pengumpanan rodentisida antikoagulan dengan konsep stop reproduksi dengan racun tersebut dilakukan mulai dari tahap pengolahan lahan hingga tanaman padi keluar malai. Pengumpanan pada saat masa olah tanah hingga masa pesemaian bertujuan untuk meracuni hama tikus yang berada di sekitar lingkungan sawah dan mengetahui persembunyian hama tikus, selanjutnya pengumpanan pada masa fase vegetative saat umur 0 hst hingga 55 hst, bertujuan untuk meracuni hama tikus yang berhasil masuk ke hamparan lahan sawah dan pengumpanan pada masa fase primordia umur 56 hst hingga 90 hst, hal tersebut bertujuan untuk menekan reproduksi hama tikus yang ada di hamparan sawah. 

Strategi dan teknis pengumpanan dengan rodentisida antikoagulan selama masa pertanaman padi dilakukan dengan cara sebagai berikut : 

Pada masa pengolahan lahan dan pembuatan pesemaian, pengumpanan dilakukan disetiap sisi hamparan sawah dengan masing-masing 3 titik hingga 4 titik, dengan interval satu minggu sekali. Penempatan umpan bisa menggunakan potongan bambu, sehingga jika ada hujan, air tidak mengenai umpan. 

Pada fase vegetative pada saat umur 0 hst hingga 55 hst pengumpanan dilakukan didalam hamparan sawah dengan jarak 50 m2 (20 titik/ha), dengan interval setiap 14 hari sekali dan menambahkan umpan yang sudah dimakan

Fase Generatif, pengumpanan dilakukan didalam hamparan sawah dengan jarak setiap 25 m2 (40 titik/ ha), dengan frekuensi pengumpanan 14 hari sekali dan menambahkan umpan setiap umpan yang sudah dimakan. 
Cara Pengendalian Hama Tikus Pada Tanaman Padi Sawah dengan Rodentisida Antikoagulan
Hal penting lainnya yang harus diperhatikan dalam pengumpanan ialah pemantauan populasi hama tikus yang bertujuan untuk menentukan tempat atau lokasi peletakan umpan yang bisa dilakukan dengan cara melihat adanya sarang aktif, melihat jejak telapak kaki dan ekor hama tikus, mendengar suaranya dan melihat jalan tikus yang sering dilaluinya. 

Perlu diingat juga supaya hati-hati dalam persiapan dan pemasangan umpan supaya tidak ada kontak langsung dengan tangan atau tubuh lainnya, karena penciuman hama tikus sangat peka oleh karena itu sebaiknya dalam pemasangan umpan sebaiknya menggunakan slop tangan.

Kebutuhan sarana umpan dalam 1 musim tanam dengan menerapkan strategi pengumpanan ini kurang lebih 2 kg. Harga rodentisida (petrokum) dipasaran ialah Rp. 65.000,-/kg, sehingga untuk satu hektar lahan mengeluarkan biaya sebesar Rp. 130.000,-/musim tanam. 

Suatu biaya yang relatif cukup murah jika dibandingkan dengan dampak yang dapat ditimbulkan jika hama tikus ini tidak dikendalikan. Strategi pengumpanan ini akan lebih efektif jika dilaksanakan secara meluas pada seluruh subak dan dilaksanakan secara serentak, sehingga untuk meminimalisir kerugian akibat serangan hama tikus dapat kita wujudkan 

Sumber: I Made Widiada, I Gede Yudiarsa Putra, STP, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Bali

Wednesday, June 14, 2017

Cara Budidaya Tanaman Terong di Polybag

Tanaman terong merupakan salah satu tanaman sayuran buah yang banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia, karena terong memiliki banyak kandungan seperti protein, kalsium, lemak, vitamin A, karbohidrat, vitamin C, vitamin B, fosfor dan zat besi (Soetasad, 2000). 
Cara Budidaya Tanaman Terong di Polybag Agar berbuah Lebat
 Tanaman terong mempunyai potensi pasar yang cukup luas tidak hanya di pasar dalam negeri saja, namun juga mempunyai pasaran yang baik di pasar internasional karena terong sudah menjadi mata dagangan ekspor ke beberapa negara sehingga akan meningkatkan kebutuhan terong di pasaran (Firmanto, 2011). Dengan demikian terong merupakan sayuran yang cukup menjajikan untuk diusahakan.

Pada tulisan kali ini kami akan sedikit berbagi bagaimana cara budidaya tanaman terong di polybag agar berbuah lebat. Langsung saja Sahabat Inspirasi Berkebun mengikuti langkah-langkah seperti dibawah ini.

Persemaian 
Persemaian dilakukan didalam karung dengan menggunakan campuran media tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1 dan di tempatkan di tempat yang teduh atau terhindar dari sinar matahari secara langsung. Proses persemaian berlangsung selama kurang lebih 3 minggu.

Persiapan Media Tanam Polybag 
Persiapan media tanam polybag meliputi pengisian campuran media tanah dan kompos dalam polybag dengan perbandingan 2:1.

Penanaman Terong di Polybag
Kegiatan penanaman terong diawali dengan pemilihan bibit terong yang subur dan normal. Bibit terong yang subur di cirikan dengan munculnya tiga daun yang sempurna, daun berwarna hijau dan tidak terserang oleh hama maupun terserang oleh penyakit. Bibit terong yang sudah dipilih tersebut ditanam kedalam polybag, dan kemudian disiram.

Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan tanaman terong meliputi penyulaman, penyiraman, pemangkasan dan pemupukan susulan.

Penyulaman dilakukan pada tanaman terong yang pertumbuhannya kurang baik atau tidak normal atau terserang hama dan penyakit atau tanaman terong mati. Cara penyulaman dilakukan dengan cara menanam bibit terong yang baru pada lubang tanam bekas tanaman yang mati atau tidak normal tadi.

Penyiraman tanaman terong dilakukan secara rutin tiap hari terutama pada fase awal pertumbuhannya dan keadaan cuaca kering. Hal tersebut merupakan hal terpenting dalam pengairan guna menjaga tanah agar tidak kekeringan ataupun terlalu basah.

Pemangkasan dilakukan dengan cara memangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama sampai bunga pertama juga dipangkas untuk merangsang supaya tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh.

Pemupukan dilakukan pada saat tanaman terong telah berumur 15 hari dan 60 hari dari masa tanam dengan dosis sebanyak 10 gram untuk satu polybag dengan menggunakan pupuk NPK.
Cara Budidaya Tanaman Terong di Polybag
Panen
Panen tanaman terong dilakukan pada umur kurang lebih 3 bulan hingga 4 bulan setelah tanam. Ciri- ciri buah terong sudah siap panen ialah ukuran buah terong sudah maksimum dan masih muda. 

Waktu yang paling tepat untuk melakukan pemanenan tanaman terong yaitu pada pagi hari atau sore hari. Cara pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam. 

Pemetikan buah terong selanjutnya dilakukan secara rutin setiap tiga hari hingga tujuh hari dengan cara memilih buah terong yang sudah siap untuk dipetik.

Demikian tulisan kami mengenai bagaimana cara budidaya tanaman terong di polybag agar berbuah lebat. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk Sahabat Inspirasi Berkebun dalam berbudidaya tanaman terong. Silahkan bagikan tulisan ini ke halaman facebook Sahabat Inspirasi Berkebun untuk menyimpan tulisan ini.

Sumber: Suliati, A.MdPPL Desa Sungai Tengah Kecamatan Merbau

Tuesday, June 13, 2017

Cara Membuat Pestisida Nabati Untuk Tanaman Bawang Merah

Tanaman bawang merah tidak akan lepas dari yang namanya hama dan penyakit. Cukup banyak penyakit dan hama yang menyerang tanaman bawang seperti hama ulat potong, jamu dan lain sebagainya. Tentunya para petani bawang merah akan kesal dengan hama dan penyakit tersebut karena bisa merusak tanaman bawang merah mereka.
 Cara Membuat Pestisida Nabati Untuk Tanaman Bawang Merah
Pada tulisan kali ini kami akan membahas bagaimana cara membuat pestisida nabati untuk tanaman bawang merah. Langsung saja Sahabat Inspirasi Berkebun perhatikan dan ikuti langkah-langkah dibawah ini agar lebih jelas.

Insektisida Nabati (Ulat Potong) 
Bahan-bahan yang diperlukan:
3 kg Daun Pepaya,
3 kg Daun Jarak,
3 kg Tembakau,
3 kg Titonia,
3 kg mahoni,
Air secukupnya

Alat-alat yang diperlukan:
Baskom (wadah), 
Saringan, 
Telenan, 
Lesung, 
Jurigen
Pisau, 

Cara Membuat Insektisida Nabati (Ulat Potong)
Pertama semua bahan-bahan diatas dipotong halus, kemudian setelah dipotong selanjutnya dihaluskan atau ditumbuk dengan menggunakan lesung. Bahan-bahan yang sudah dihaluskan tadi kemudian diletakkan di baskom, setelah dimasukan di baskom di campur dengan air secukupnya dan diremas-remas. Terakhir semua bahan-bahan tadi disaring ke dalam jurigen, kemudian jerigen ditutup secara rapat dan di biarkan selama satu minggu.

Dosis Penggunaan Insektisida Nabati (Ulat Potong)
Bagi Sahabat Inspirasi Berkebun yang menggunakan motorsprayer maka dosis yang dipergunakan adalah 16 liter air di campur dengan 180 cc ekstrak bahan-bahan diatas.

Cara Penggunaan Insektisida Nabati (Ulat Potong)
Cara penggunaanya dengan cara di semprotkan ke tanaman Bawang merah dengan interval 1 hari hingga 3 hari.

Fungisida (Jamur)
Bahan-bahan yang diperlukan:
3 kg abu dapur,
3 kg lengkuas,
3 kg gambir,
3 kg jahe
Air bersih secukupnya

Alat-alat yang diperlukan:
Baskom (wadah), 
Saringan, 
Telenan, 
Lesung, 
Jurigen
Pisau, 

Cara Membuat Fungisida (Jamur)
Pertama lengkuas dan jahe dipotong-potong hingga halus, kecuali abu dapur seluruh bahan ditumbuk hingga halus. Bahan yang sudah halus dicampur dengan air dan diremas-remas, kemudian disaring ke dalam jurigen dan di diamkan selama satu minggu

Dosis Penggunaan Fungisida (Jamur)
Dosis penggunaan sama dengan Insektisida Nabati (ulat potong)

Cara Penggunaan Fungisida (Jamur):
Cara penggunaanya dengan cara di semprotkan setelah turun kabut sebelum matahari terbit, akan tetapi bisa juga untuk membersihkan embun pagi.

Demikian tulisan kami mengenai bagaimana cara membuat pestisida nabati untuk tanaman bawang merah. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk Sahabat Inspirasi Berkebun. Silahkan bagikan tulisan ini ke halaman facebook Sahabat Inspirasi Berkebun untuk menyimpan tulisan ini.

Sumber : Prayitno Soediharto, SP admin SMIPP Kec. Hiliran Gumanti
Hasil wawancara dengan ketua Kelompok Tani Padi Rimbun

Monday, June 12, 2017

Cara Budidaya Okra

Tanaman Okra dengan bahasa latin Abelmoschus esculentus merupakan salah satu tanaman herba semusim yang merupakan anggota dari keluarga Malvaceae yang di budidayakan untuk polongnya yang enak untuk dimakan. 

Tanaman okra mempunyai batang yang memanjang, ada juga yang berbulu ada juga yang tidak berbulu, dengan daun berbentuk menyerupai hati. Daun okra mempunyai panjang sekitar 10 cm hingga 20 cm dan mempunyai sekitar 5 jari hingga 7 jari. 

Tanaman okra menghasilkan bunga dengan 5 kelopak bunga berwarna putih hingga berwarna kuning. Diameter bunga okra antara 4 cm hingga 8 cm. Polong okra berbentuk kapsul, panjangnya bisa mencapai hingga 25 cm, serta mengandung banyak biji. 
Cara Budidaya Okra
Tanaman okra bisa tumbuh mencapai 1,2 hingga 1,8 tingginya dan sebagai tanaman semusim, tanaman okra hanya bertahan hidup dalam 1 musim tanam saja. Buah okra sering di ibaratkan sebagai lady's fingers atau jari-jari wanita dan diperkirakan berasal dari Negara Ethiopia.

Tanaman okra belum banyak di budidayakan dan diketahui oleh masyarakat Indonesia. Polong mudanya yang enak untuk dimakan segar atau dimasak seperti oyong. Biji-biji okra yang telah tua bisa diekstraksi untuk diambil minyaknya. Serat dari tanaman okra bisa digunakan untuk membuat kertas.

Syarat Tumbuh
Tanaman okra menyukai suhu yang cukup panas, tanaman okra paling baik di budidayakan pada daerah selatan katulistiwa, tanaman okra memerlukan tanah dengan drainase yang baik, tipe pasir ringan hingga lempung medium. 

Tanah harus mengandung bahan organik yang tinggi dengan pH antara 5,8 hingga 6,8. Jika tanaman okra ditanam pada tanah liat, penyemaian biji okra harus dilakukan untuk mengatasi kesulitan pengecambahan pada tanah liat yang keras. 

Tanaman okra harus ditanam pada lahan yang memperoleh banyak sinar matahari dengan temperatur yang panas. Temperatur tanah setidaknya 18,3 derajat Celcius dengan temperatur tanah optimal antara 23,9 derajat Celcius hingga 32,3 derajat Celcius.

Perbanyakan Tanaman 
Tanaman okra di kembangbiakkan dengan cara melalui bijinya. Rendamlah biji okra dengan air selama satu malam sebelum biji ditanam, hal tersebut bisa mempercepat biji berkecambah. 

Pada penanaman di pekarangan, biji okra ditanam dengan kedalaman 2,5 cm dengan jarak tanam antara 25 cm hingga 45 cm. Pada lahan, bibit okra ditanam dengan jarak tanam antara 0,65 m hingga 1,0 m. Untuk satu hektar lahan, dibutuhkan biji okra sekitar 5 kg hingga 6 kg. Tanaman okra akan mencapai ukuran dewasa dengan ukuran 15,0 cm hingga 22,5 cm setelah berumur 4 minggu hingga 6 minggu.

Pemeliharaan Tanaman
Tanaman okra memerlukan tanah yang lembap untuk pertumbuhan yang optimal. Air harus diberikan sebanyak 37,5 mm untuk setiap 10 hari sekali untuk daerah yang panas. Untuk daerah yang dingin, tanaman okra memerlukan lebih sedikit air. 

Tanaman okra akan tumbuh dengan baik jika diberi cukup unsur hara nitrogen (N) dan fosfor. Para petani pada biasanya memberikan 100 kg per hektar amonium fosfat sebelum menanam benih okra. Pupuk kandang matang yang sudah halus disebarkan ke lahan satu minggu sebelum masa tanam. 

Sebagai pupuk tambahan, bisa diberikan 40 kg hingga 60 kg pupuk nitrogen (ZA) per satu hektar dengan waktu 6 minggu setelah masa tanam. Dari masa tanam sampai masa panen, gulma bisa menjadi masalah sehingga perlu diatasi. Untuk tanaman okra di pekarangan, gulma bisa diatasi dengan cara mekanik, sedangkan untuk kebun skala luas, penggunaan herbisida bisa dilakukan untuk mengatasi gulma.
Tanaman Okra Berbunga
Pemanenan
Tanaman okra pada biasanya sudah bisa mulai panen setelah dua bulan masa penanaman. Polong okra sudah dapat dipanen 4 hari hingga 6 hari setelah pembungaan. Polong sebaiknya dipanen setiap 2 hari hingga 3 hari sekali, setelah ukurannya mencapai 7,6 cm hingga 15,2 cm. Polong dipanen dengan cara memotong menggunakan pisau tajam atau dipetik dengan menggunakan tangan.

Penulis: Kres Dahana, S.P.
Sumber Refrensi: 
http:// www. ipm. Ucdavis .edu/ PMG/ selecnewpest. okra. html
https:// www. plantvillage. org/ en/ topics/ okra/ infos/ diseases_and_pests_description_uses_propagation



Sunday, June 11, 2017

Teknologi Pemupukan dan Pengairan Tanaman Buah Naga (Jumjunidang)

Buah naga yang satu ini benar-benar cukup rajin berbuah. di KP. Aripan Balitbu Tropika di Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat, panen buah naga dilakukan hampir setiap dua minggu sepanjang tahun.
Kondisi Budidaya Buah Naga di KP. Aripan Bulan Mei 2015
Buah tropis sejenis dengan kaktus dari famili Cactaceae jenis Hylocereus polyrhizus dengan ciri khas kulit dan daging buah berwarna merah ini memang sangat cocok dibudidayakan pada daerah topis Negara Indonesia dengan penyinaran penuh sepanjang tahun. 

Pada saat musim kemarau panjang yang melanda begara Indonesia termasuk di KP. Aripan Balitbu Tropika di Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat, tanaman buah naga ini tetap rajin berbuah. Masukan teknologi yang paling diperhatikan untuk mempertahankan kondisi tersebut ialah kebutuhan air dan nutrisi (pupuk organik dan an organik).

Pada saat ini budidaya buah naga di KP. Aripan Balitbu Tropika di Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat, telah dilengkapi dengan drip irigasi yang bisa mensuplai kebutuhan air pada tanaman buah naga pada saat tidak ada hujan, dengan pemberian 3 liter hingga 5 liter perrumpun, kebutuhan akan unsur hara tanaman diberikan setiap 2 bulan berupa pupuk NPK dengan dosis 200 gram perrumpun dan pupuk kandang dengandosis satu ember isi 10 liter perrumpun. 

Berdasarkan data panen yang dikumpulkan oleh team Balitbu Tropika di Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat, pada blok pertanaman buah naga H. polyrhizus dengan populasi tanaman 150 rumpun dan umur 2,5 tahun, menunjukkan bahwa produksi berkisar 1,54 kg hingga 4,02kg perrumpun untuk setiap bulan, dimana puncaknya terjadi pada bulan Juli (Seperti telihat pada gambar grafik 1).
Semoga teknik diatas bisa membantu Sahabat Inspirasi Bekebun dalam meningkatkan produksi budidaya buah naga. Silahkan bagikan tulisan ini ke halaman facebook Sahabat Inspirasi Bekebun untuk menyimpan tulisan ini.

Sumber: http:// balitbu. litbang. pertanian.go.id/ind/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/114-inovasi-teknologi/731-teknologi-pemupukan-dan-pengairan-tanaman-buah-naga-jumjunidang

Saturday, June 10, 2017

Cara Budidaya Tanaman Ubi Kayu

Ubi kayu atau sering juga disebut singkong ialah salah satu makanan pokok yang penting selain padi, di Negara Indonesia tanaman ubi kayu ini sangat mudah untuk ditemukan. 

Tanaman ubi kayu ini mungkin tidak mempunyai harga jual yang tinggi seperti tanaman pertanian lainnya seperti jagung dan lainnya, akan tetapi tanaman ubi kayu ini masih menjadi pilihan untuk dibudidayakan karena biaya perawatan yang cukup murah dibandingkan dengan tanaman lain. 

Beberapa keunggulan dari tanaman ubi kayu ini adalah:
  • Daya tahan tanaman ubi kayu terhadap penyakit lebih kuat.
  • Tanaman ubi kayu bisa bertahan hidup pada cuaca panas.
  • Tanaman ubi kayu memiliki masa panen yang cukup lama sehingga dapat dijadikan lumbung atau tabungan.
  • Hampir semua bagian dari ubi kayu bisa dimanfaatkan.
Pada tulisan kali ini kami akan membahas bagaimana cara budidaya tanaman ubi kayu. Budidaya ubi kayu bisa dilakukan dengan cara stek, ada juga cara menanam ubi kayu secara benar bisa dilakukan dengan beberapa cara dibawah ini. Langsung saja Sahabat Inspirasi Berkebun perhatikan langkah demi langkahnya.
Cara Budidaya Tanaman Ubi Kayu
Persiapan Lahan
Untuk menghasilkan buah ubi kayu yang banyak dan besar, tanaman ubi kayu harus mempunyai ruang untuk akar-akarnya tumbuh, oleh karena itu terlebih dahulu Sahabat Inspirasi Berkebun harus melakukan pengemburan lahan. 

Pengemburan lahan untuk tanaman ubi kayu bisa menggunakan cangkul atau bajak atau juga traktor. Lahan yang telah di gemburkan bisa ditaburi dengan pupuk kandang untuk menambah unsur hara pada tanah dan menjadi nutrisi untuk tanaman agar tumbuh subur. Tambahkan kapur jika tanah asam.

Siapkan Bibit
Dalam persiapan bibit ubi kayu bisa dilakukan dengan cara memotong batang singkong menjadi beberapa potongan dengan ukuran panjang sekitar 20 cm, batang singkong bisa dipotong secara lurus atau miring.

Menanam Singkong
Bibit ubi kayu yang sudah dipotong bisa langsung ditanam pada lahan, jarak tanam yang kami anjurkan sekitar 60 cm x 80 cm, dengan rincian 60 cm jarak bibit dengan bibit yang lain dan 80cm jarak antar lajur kolam.

Dalam menanam bibit ubi kayu yang harus Sahabat Inspirasi Berkebun perhatikan ialah arah tunas, jangan sampai terbalik. Sahabat Inspirasi Berkebun dapat melihat arah tunas pada tonjolan bekas daun singkong yang lepas. Pada posisi tersebut dapat dilihat anak tunas atau sering disebut mata, pastikan anak tunas menghadap keatas supaya tidak tumbuh terbalik.
Cara Budidaya Tanaman Ubi Kayu
Perawatan Tanaman 
Tanaman ubi kayu harus dirawat supaya mendapatkan hasil ubi kayu yang banyak dan berbobot. Cara melakukan perawatan tanaman ubi kayu bisa dilakukan dengan cara melakukan pemupukan pada 3 minggu atau 4 minggu pertama. 

Selain melakukan pemupukan pada tanaman ubi kayu, lakukan juga penyiangan atau membersihkan gulma dan rumput-rumput yang mengganggu tanaman ubi kayu dan lakukan penyulaman pada bibit ubi kayu yang tidak tumbuh.

Pemaneman 
Tanaman ubi kayu pada umumnya bisa dipanen pada usia sekitar 7 bulan hingga 8 bulan dari penanaman. Akan tetapi seiring dengan bertambahnya teknologi yang bisa menghasilkan varietas baru, ada jenis singkong yang bisa dipanen pada usia 5 bulan dari masa penanaman.

Ciri-ciri tanaman ubi kayu sudah siap untuk dipanen adalah daun-daun tanaman ubi kayu sudah mulai sedikit karena rontok dan ubi kayu sudah besar (dapat dilihat dengan cara menggali tanah pada bagian ubi kayu)

Lakukan pemanenan tanaman ubi kayu yang sudah siap di panen dengan cara mencabut ubi kayu secara manual yaitu di cabut, ubi kayu bisa dipanen secara serentak.

Demikian tulisan kami mengenai bagaimana cara budidaya tanaman ubi kayu. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk Sahabat Inspirasi Berkebun dalam berbudidaya tanaman ubi kayu. Silahkan bagikan tulisan ini ke halaman facebook Sahabat Inspirasi Berkebun untuk menyimpan tulisan ini.

Sumber: Sri Wenti Astuti, SPiPPL Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat

Friday, June 9, 2017

Cara Memperbanyak Benih Nanas Dengan Stek Batang dan Mahkota

Benih adalah merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam budidaya tanaman nanas. Benih nanas yang baik berasal dari tanaman nanas induk yang berkualitas dan terbebas dari berbagai hama dan penyakit terutama penyakit sistemik. 

Pada umumnya, tanaman nanas diperbanyak dengan cara secara vegetatif, yaitu dengan cara menggunakan tunas anakan, slip, mahkota, maupun stek batang.
Cara Memperbanyak Benih Nanas Dengan Stek Batang dan Mahkota
Stek batang dan mahkota baik digunakan untuk perbanyakan klon atau varietas nanas yang mempunyai jumlah anakan yang sedikit, seperti klon Cayenne, Spanish (Merahdan Hijau) yang hanya mempunyai tunas anakan berkisar 2 tunas hingga 3 tunas. 

Cara tersebut didasarkan pada pengaktifan pertumbuhan dari mata dorman yang terletak pada batang maupun mahkota. Dengan cara tersebut akan diperoleh benih nanas yang cukup banyak.

Pada tulisan kali ini kami akan membahas bagaimana cara memperbanyak benih nanas dengan cara stek batang dan mahkota. Langsung saja Sahabat Inspirasi Berkebun perhatikan langkah-langkah yang akan kami jabarkan dibawah ini.

Pelaksanaan Perbanyakan Benih Nanas:
1. Persiapan
Stek batang 
Pertama bahan stek diambil dari batang tanaman nanas yang sudah berbuah, sehingga batang nanas tersebut panjang dan sudah cukup tua (Seperti terlihat pada gambar 1A).

Gambar 1. Persiapan Stek Batang
Kedua bongkar tanaman dan bersihkan batang dari daun-daun yang kering dan akar yang melilit batang (Seperti terlihat pada gambar 1B).

Ketiga belah batang menjadi dua bagian. Kemudian batang yang berdaun dipotong setebal kurang lebih satu cm dengan mengikutkan satu daun per potongan (Seperti terlihat pada gambar 1C). 

Ketiga batang yang tidak berdauan dipotong sepanjang 1 cm hingga 2 cm, kemudian belah potongan tersebut menjadi 2 bagian hingga 4 bagian (Seperti terlihat pada gambar 1D). Jika diameter batang besar, maka batang bisa dibelah menjadi enam bagian. Usahakan potongan tidak mengenai mata atau calon tunas.

Stek mahkota 
Pertama ambil mahkota dari buah yang telah dipanen (Seperti terlihat pada gambar 2A)

Kedua belah mahkota menjadi empat bagian (Seperti terlihat pada gambar 2B). Apabila ukuran meristem pada mahkota panjang, maka potongan tersebut bisa dipotong-potong lagi setebal kurang lebih 1 cm (Seperti terlihat pada gambar 2C)

Ketiga kurangi jumlah daun yang melekat pada potongan mahkota tersebut (Seperti terlihat pada gambar 2D).

2. Rendam potongaan batang dan mahkota tersebut kedalam larutan fungisida selama kurang lebih lima menit, selanjutnya angkat dan keringkan dengan cara di angin-anginkan.
Gambar 2. Persiapan Stek Mahkota
3. Stek sudah siap ditanam pada media pasir dengan jarak tanam lima cm (Seperti terlihat pada gambar 3A, B, C). Pada stek batang yang tidak berdaun, posisi ujung belahan mengarah kebawah dan punggungnya mengarah keatas (Seperti terlihat pada gambar 3B). Tutup potongan tersebut dengan media setebal 1,5 cm hingga 2 cm.
Gambar 3. Penanaman Stek Batang (A & B) dan Mahkota (C)
4. Dalam masa 7 hari hingga 10 hari pertama setelah proses penanaman dilakukan, penyiraman dilakukan sedikit mungkin, supaya permukaan bekas potongan menjadi kering dan keras. Temperatur yang baik untuk menumbuhkan stek nanas berkisar 29 derajat Celcius.

5. Setelah tunas tumbuh dan berakar, yaitu kira-kira pada umur kurang lebih 3 bulan hingga 4 bulan, maka tunas kecil tersebut bisa dipindahkan ke bedengan persemaian atau langsung ke polibag yang berisi campuran media tanah : pasir : pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1, dengan jarak tanam lebih di jarangkan (Seperti terlihat pada gambar 4 ).
Gambar 4. Tunas dari Stek Batang Berumur 3 Bulan hingga 4 bulan (A), dan Tunas dari Stek Mahkota Uumur Kurang Lebih 3 Bulan Setelah Semai (B), dan Tunas yang Telah di Pindah ke Polibag (C)
6. Selama di pembenihan, pemeliharaan benih nanas yang dilakukan meliputi penyiraman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit dan penyiangan.

7. Setelah masa 6 bulan hingga 8 bulan benih sudah siap ditanam ke lapangan. Dalam 1 batang atau mahkota bisa dihasilkan 4 benih hingga 15 benih nanas (Seperti terlihat pada gambar 5)
Gambar 5.  Benih Nanas Hasil Stek Siap Tanam ke Lahan
Demikian tulisan kami mengenai membahas bagaimana cara memperbanyak benih nanas dengan cara stek batang dan mahkota. Semoga tulisan kami dapat bermanfaat untuk para Sahabat Inspirasi Berkebun dalam berbudidaya tanaman nanas. Silahkan bagikan tulisan ini ke halaman facebook Sahabat Inspirasi Berkebun untuk menyimpan tulisan ini.

Sumber: Ir. Sri Hadiati, MP (balitbu. litbang. pertanian. go. id/ ind /index.php/ hasil- penelitian- mainmenu- 46/ 114- inovasi- teknologi/ 980- perbanyakan- benih- nanas- dengan- stek- batang- dan- mahkota

Thursday, June 8, 2017

Teknik Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Paklobutrazol

Zat pengatur tumbuh (ZPT) yang digunakan untuk merangsang pembungaan tanaman mangga ialah paklobutrazol. Tujuan dari pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) ini adalah untuk menghentikan pertumbuhan vegetatif tanaman. 

Tanaman mangga yang akan diberi zat pengatur tumbuh (ZPT) harus dalam kondisi sehat, tidak sedang tumbuh tunas (flush) dan telah berproduksi atau tanaman produktif. Teknik pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) Paklobutrazol ada 2 cara, yaitu dengan cara dikocorkan mengelilingi batang (drenching) dan diinjeksikan ke batang mangga.

Pada tulisan kali ini kami akan sedikit membagikan bagaimana teknik pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) Paklobutrazol pada tanaman. silahkan Sahabat Inspirasi Berkebun ikuti dan pahami langkah-langkah yang akan kami jelaskan dibawah ini.
Paklobutrazol
1. Menyiramkan Larutan (Drenching)
Cara ini diterapkan jika mudah mendapatkan air disekitar tanaman mangga. Takar paklobutrazol dengan dosis 10 cc hingga 15 cc dan masukkan kedalam 1 liter air.

Buat parit dengan kedalaman sekitar 10 cm secara melingkar mengeliingi pohon mangga dengan jarak 1 meter hingga 1,5 meter dari pohon mangga. Tuangkan larutan paklobutrazol secara merata kedalam parit tersebut.

Jika kondisi sangat kering, sebelum parit ditutup perlu disiram lagi dengan air sebanyak 3 liter hingga 4 liter untuk 1 pohon. Kemudian tutup parit tersebut dengan menggunakan tanah bekas galian, sampai seluruh parit tertutup.

Aplikasi selesai. Tahapan aplikasi paklobutrazol dengan teknik drenching dipaparkan pada gambar 1.

2. Cara Injeksi (Bor)
Cara ini diterapkan untuk lokasi yang sulit mendapatkan air disekitar tanaman mangga. Batang mangga dibor miring dengan kemiringan hingga 45 derajat dengan kedalaman sekitar 10 cm pada ketinggian 75 cm hingga 100 cm dari permukaan tanah.

Dengan menggunakan alat spet, paklobutrazol disedot sebanyak 10 cc hingga 15 cc kemudian disuntikkan kedalam lobang bor tadi. Kemudian lobang di sumpal atau di sumbat dengan menggunakan dedaunan kering atau kertas koran yang dibulatkan, kemudian ditutup dengan parafin yang dipanaskan hingga lobang tertutup hingga rapat.

Aplikasi selesai. Tahapan aplikasi paklobutrazol dengan cara injeksi (bor) dipaparkan pada gambar 23.
Gambar 2. Tahapan aplikasi paklobutrazol melalui injeksi: a. Batang dibor, b. ZPT diinjeksikan ke dalam lobang, c.  Lobang disumbat, d. Parafin dipanaskan hingga cair dan e. Lobang ditutup dengan parafin cair
Aplikasi KNO3 (Pada Mangga Arumanis)
Aplikasi KNO3 ini sering diterapkan pada mangga Arumanis akan tetapi belum secara umum diterapkan pada mangga Gedong Gincu. Prosedurnya adalah sebagai berikut:.

Buat larutan KNO3 dengan konsentrasi 2 gram/Lt. Semprotkan larutan KNO3 secara merata, 1 bulan setelah aplikasi paklobutrazol. Fungsi dari penggunaan larutan KNO3 ini ialah untuk menginisiasi pembungaan.

Sumber: balitbu. Litbang. pertanian. go. id/ ind/ index. Php/ hasil- penelitian- mainmenu- 46/ 114- inovasi- teknologi/ 961- teknologi- pembuahan- mangga- di- luar- musim- off- season

Wednesday, June 7, 2017

Teknologi Pembuahan Mangga di Luar Musim

Tanaman mangga memilki sifat berbuah yang musiman dengan rata-rata 1 kali dalam setahun (annual bearing). Di Negara Indonesia pada khususnya di Pulau Jawa musim buah mangga, terutama mangga Jenis Arumanis dan mangga Jenis Gedong Gincu jatuh pada bulan Oktober hingga bulan Desember. 

Pada saat musim buah raya, harga buah mangga menjadi sangat murah, misalnya mangga Jenis Arumanis yang biasanya dihargai Rp. 10.000/kg turun menjadi hanya Rp. 2.000/kg.

Untuk mengatasi permasalan ini, Sahabat Inspirasi Berkebun perlu pengaturan pembuahan mangga supaya tanaman bisa panen di luar musim. Keuntungan dari pengaturan pembuahan mangga di luar musim antara lain harga buah mangga di luar musim lebih tinggi dibanding pada musim raya sehingga akan menguntungkan untuk Sahabat Inspirasi Berkebun.
Teknologi Pembuahan Mangga di Luar Musim 
Selain itu buah mangga akan tersedia dalam waktu yang panjang, sehingga membantu pemenuhan gizi masyarakat dan pengurangan impor buah mangga tersebut.

Teknik pembuahan mangga di luar musim yang dulu dilakukan petani ialah secara konvensional yaitu dengan cara mengerat pembuluh floem atau kulit pohon, pelukaan pada tanaman mangga denganc ara mencacah kulit kayu, memaku, mengiris kulit kayu dan pengikatan (mengikat pohon dengan kawat). 
Teknologi Pembuahan Mangga di Luar Musim Jenis Gedong Gincu
Cara diatas tersebut sudah tidak lagi direkomendasikan karena bisa merusak tanaman mangga. Pada saat ini teknik yang diterapkan oleh para petani mangga untuk merangsang pembuahan tanaman mangga di luar musim adalah dengan cara menggunakan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) misalnya NAA, KNO3, Paklobutrazol dan Auxin.

Teknologi pembuahan mangga di luar musim yang direkomendasikan ialah dengan menggunakan pendekatan teknik budidaya secara komprehensif, gabungan dari teknik pemangkasan, pemupukan dan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT).

Tahapan Teknik Pembuahan Mangga di Luar Musim 
Pemangkasan Cabang
Pemangkasan cabang tanaman mangga dilakukan segera setelah buah mangga sudah dipanen yaitu dengan cara membuang cabang atau ranting (tunas) yang tidak bermanfaat lagi antara lain cabang atau tunas air, cabang bersudut kecil, cabang yang terserang hama penyakit (dibuang dan dibakar), cabang yang rapat bersilangan atau terlindung dan cabang atau ranting yang pertumbuhannya kearah dalam tajuk atau yang kearah bawah (Seperti terlihat pada gambar 1).

Selain itu tajuk bagian atas yaitu ujung ranting (terminal), dipangkas mundur 1 ruas untuk mempertahankan ketinggian tanaman mangga yang optimal yaitu 3 mter dari permukaan tanah.
Gambar 1. Pemangkasan Setelah Panen; A = Cabang atau Ranting Mati dan Lemah Serta  yang di Serang Hama dan  Penyakit; B = Tunas Air; C = Cabang yang Melebar; D = Cabang yang Rapat, Bersilang atau Mengarah kedalam
Pemupukan Setelah Musim Panen
Pemberian pupuk setelah masa panen ini penting supaya ketersediaan unsur hara dalam tanah tercukupi sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga pertumbuhan tanaman mangga dan produksinya tetap optimal.
Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
Zat pengatur tumbuh (ZPT) yang digunakan untuk merangsang pembungaan tanaman mangga ialah paklobutrazol. Tujuan dari pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) ini adalah untuk menghentikan pertumbuhan vegetatif tanaman. 

Tanaman mangga yang akan diberi zat pengatur tumbuh (ZPT) harus dalam kondisi sehat, tidak sedang tumbuh tunas (flush) dan telah berproduksi atau tanaman produktif. Teknik pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) Paklobutrazol ada 2 cara, yaitu dengan cara dikocorkan mengelilingi batang (drenching) dan diinjeksikan ke batang mangga.

Jadwal program pembuahan di luar musim dengan paklobutrazol untuk mangga jenis Gedong Gincu.
Jadwal program pembuahan di luar musim dengan zat pengatur tumbuh (ZPT) untuk mangga jenis Arumanis.






Sumber: balitbu. Litbang. pertanian. go. id/ ind/ index. Php/ hasil- penelitian- mainmenu- 46/ 114- inovasi- teknologi/ 961- teknologi- pembuahan- mangga- di- luar- musim- off- season

Tuesday, June 6, 2017

Cara Memperbanyak Benih Sukun Dengan Cara Stek Batang

Tanaman sukun dengan Bahasa latin Artocarpus communis L. merupakan termasuk salah satu jenis tanaman buah-buahan penghasil karbohidrat yang berumur panjang, sehingga tanaman ini dapat berproduksi secara terus menerus hingga puluhan tahun. 

Di samping itu tanaman sukun juga sangat produktif, karena setiap tanaman sukun bisa menghasilkan buah sukun dengan hasil rata-rata mencapai 200 buha permusim hingga 300 buah permusim. Untuk setiap hektar lahan bisa dihasilkan buah sukun sebanyak 16 ton hingga 32 ton, dengan dua kali musim panen dalam setahun.

Perbanyakan tanaman sukun pada umumnya menggunakan cara stek akar namun cara ini memiliki beberapa kelemahan yaitu bibit yang dihasilkan sangat terbatas dan pengambilan akar hanya boleh dilakukan secara bertahap agar tanaman induk tidak rusak.

Tanaman sukun juga bisa diperbanyak dengan cara penyambungan yaitu dengan menggunakan batang bawah kluwih dan tarap. Akan tetapi kelemahan dari cara perbanyakan ini ialah memerlukan waktu yang cukup lama karena dibutuhkan batang bawah dengan umur 8 bulan sebelum dilakukan penyambungan. Selain itu juga, ukuran entris sukun pada umumnya besar, sehingga entris yang sesuai dengan batang bawah sangat terbatas jumlahnya.
Cara Memperbanyak Benih Sukun Dengan Cara Stek Batang
Salah satu alternatif untuk memperoleh benih sukun dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat ialah dengan cara menggunakan teknik stek batang. Penggunaan teknik stek batang ini memiliki keuntungan, karena bisa dilakukan dengan cepat, sederhana, tidak memerlukan tenaga yang terlatih dan jumlah benih yang dihasilkan cukup banyak (Florido, 1978). 

Jumlah benih yang cukup banyak tersebut bisa tercapai karena dari setiap benih yang digunakan sebagai bahan stek bisa dipotong-potong menjadi beberapa stek. Dari hasil penelitian Susiloadi et al. tahun 2009, menunjukkan bahwa perbanyakan tanaman sukun dengan teknik stek batang memberikan keberhasilan yang lebih tinggi mencapai hingga 65%, dibandingkan dengan cara perundukan yang hanya mencapai hingga 25%. 

Pertumbuhan tunas pada cara perundukan lebih cepat akan tetapi tidak diikuti dengan pertumbuhan akar, sedangkan pertumbuhan tunas dengan menggunakan cara perbanyakan stek batang lambat namun diikuti dengan pertumbuhan akar.

Masalah yang sering muncul pada perbanyakan vegetatif tanaman berkayu melalui teknik stek batang ialah sulitnya bahan tanaman membentuk akar (Sadwiyanti et al ., 2001). Pembentukan akar pada teknik stek batang selain tergantung pada cadangan makanan juga sangat tergantung pada hormon tumbuh endogen yang terdapat pada bahan stek. Perlakuan pemberian hormon tumbuh eksogen bisa dilakukan untuk mempercepat pembentukan akar pada stek.

Pada tulisan kali ini kami akan membahas bagaimana cara memperbanyak benih sukun dengan cara stek batang. Langsung saja Sahabat Inspirasi Berkebun ikuti langkah-langkah yang akan kami bahas dibawah ini.

Langkah-langkah Stek Batang Tanaman Sukun
Langkah pertama yang Sahabat Inspirasi Berkebun harus lakukan adalah mepersiapkan bahan tanaman. Bahan tanaman yang akan digunakan pada stek batang sebaiknya bibit sukun yang berasal stek akar dengan umur kurang lebih satu tahun setelah perbanyakan.

Langkah selanjutnya batang sukun dari bibit dengan panjang kurang lebih satu meter tersebut dipotong-potong dengan panjang kurang lebih 10 cm. Pangkal bahan stek tersebut dicelupkan pada larutan air kelapa atau bawang merah. Bawang merah di blender dan di campur dengan air dengan perbandingan 1 : 1, sedangkan air kelapa diambil dari buah kelapa yang masih muda.

Selain itu bisa juga dicelupkan ke zat pengatur tumbuh (ZPT) yang berfungsi untuk merangsang tumbuhnya akar. Zat pengatur tumbuh (ZPT) yang digunakan dalah dari kelompok sitokinin dan auksin misalnya Rooton, Growroot dan sebagianya. Sitokinin dan auksin bisa meningkatkan persentase stek yang berakar serta meningkatkan jumlah dan kualitas akar yang terbentuk dan tanpa pencelupan.

Langkah selanjutnya stek di tanam langsung di polibag dengan ukuran 12 cm x 17 cm dengan menggunakan media tanah top soil. Semua batang yang sudah di stek di sungkup atau di tutup dengan menggunakan plastik berwarna putih dan diletakkan dibawah naungan paranet dengan persentase naungan sekitar 70 %.
Teknik  perbanyakan sukun melalui  stek batang
A. Bibit sukun untuk sumber stek batang, B. Batang dipotong-potong  sepanjang ± 10 cm, C. Batang dicelupkan larutan bawang merah/ZPT, D. Media tanah+pupuk kandang, E. stek ditanam langsung dimedia, F. Stek disungkup dengan plastik putih dan diletakkan dibawah naungan paranet dengan persentase naungan 70 %
Hasil penelitian Susiloadi et al. tahun 2009 menunjukkan persentase bibit jadi stek yang berasal dari pangkal juga menunjukkan persentase bibit jadi yang lebih tinggi yaitu mencapai 94,22 %, sedangkan persentase bibit jadi yang paling rendah ialah stek yang berasal dari pucuk yaitu mencapai 36,89 %. 

Stek yang berasal dari pangkal menunjukkan fisik yang keras dan tidak mudah layu, sedangkan stek yang dari pucuk menunjukkan fisik yang lunak dan jika tidak segera ditanam atau disungkup stek akan layu dan kering. 

Pada teknik stek pucuk kemungkinan persentase berhasil cukup rendah, hal tersebut disebabkan karena stek tidak dapat melakukan absorbsi air dan faktor transpirasi yang terjadi pada stek yang ditanam tinggi dengan kata lain faktor lingkungan kurang mendukung bagi stek untuk bertahan hidup. 

Faktor yang mempengaruhi transpirasi ialah faktor atmosferik yang meliputi kelembaban udara, suhu udara, kecepatan angin serta faktor tanaman itu sendiri (Darus, 1989).
Keragaan bibit sukun melalui  stek batang : a. Stek Pucuk, b.  Stek Tengah dan  c.  Stek Pangkal
Demikian tulisan kami mengenai bagaimana cara memperbanyak benih sukun dengan cara stek batang. Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan Sahabat Inspirasi Berkebun dalam memperbanyak benih sukun. Silahkan bagikan tulisan ini ke halaman facebook Sahabat Inspirasi Berkebun untuk menyimpan tulisan ini.

Sumber : Agus Susiloadi dan Tri Budiyanti (http:// balitbu. litbang. pertanian. go. id/ ind/ index. php/ hasil- penelitian- mainmenu- 46/ 114- inovasi- teknologi/ 922- perbanyakan- benih- sukun- menggunakan- stek- batang)

Monday, June 5, 2017

Cara Membasmi Ulat Bulu Pada Tanaman

Berbagai cara dan strategi telah banyak dilakukan untuk mengendalikan serangan ulat bulu pada tanaman dan sudah dikemukakan oleh berbagai peneliti diantaranya ialah dengan cara menjebak ulat-ulat bulu pada tanaman dengan menggunakan senyawa feromon yang disukai oleh ulat bulu, kemudian ulat-ulat bulu tersebut dimusnahkan. 

Ada juga yang mengemukakan konsep mengenai musuh alami (natural enemy) yaitu membiakkan pemangsa (predator) yang secara umum memangsa ulat-ulat bulu tersebut, untuk menjaga keseimbangan alam. Konsep musuh alami (natural enemy) sesungguhnya ialah konsep terbaik untuk menangani ulat-ulat bulu ini yaitu dengan cara melawan serangan alam dengan kekuatan yang bersumber dari alam. 
Cara Membasmi Ulat Bulu Pada Tanaman
Pada kenyataanya ternyata jumlah musuh alami (natural enemy) yang terdapat di alam pada saat ini jumlahnya jauh lebih kecil dari pada jika dibandingkan dengan ulat bulu. 

Apabila ditelusuri lebih lanjut Sahabat Inspirasi Berkebun tentu perlu mengkalkulasi berapa investasi biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk mensintesis feromon dan membiakkan kembali predator alami (natural enemy) pemangsa ulat bulu yang hampir punah karena jumlahnya cukup sedikit di alam. 

Pada saat ini masyarakat Indonesia perlu solusi yang lebih cepat, tepat dan singkat untuk mengatasi masalah ulat bulu yang mengganggu tanaman.

Cara untuk mengatasi ulat bulu pada tanaman yang cukup jitu justru ditemukan oleh seorang petani di kawasan Kabupaten Bogor. Petani tersebut membuat bioinsektisida secara alami untuk membasmi ulat bulu pada tanaman dengan cara mencampurkan 500 gram tepung kanji, 100 ml minyak wangi dan 20 liter air bersih. 

Cara tersebut cukup sederhana bukan? Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh petani dari Kabupaten Bogor ini serta warga setempat dengan menyemprotkan cairan yang sudah diberi minyak wangi dan tepung kanji pada pohon mangga maupun tanaman lain yang diserang oleh ulat bulu. 

Diketahui bahwa ulat bulu pada tanaman tersebut akan mati setelah 15 menit hingga 30 menit setelah disemprot dengan cairan tersebut. Pemanfaatan cairan tersebut untuk mengatasi out break ulat bulu jika dihitung dari investasi waktu dan biaya juga cukup mudah, cukup cepat dan murah dilakukan. 

Biaya yang dibutuhkan untuk membuat ramuan ini tidak lebih dari 20.000 rupiah dan cairan pembasmi tersebut diperkirakan mampu digunakan untuk membasmi ulat bulu pada tanaman di wilayah pertanian maupun perkebunan dengan radius 20 hektar. Catatan dosis penggunaan, dengan asumsi satu liter cairan untuk setiap hektarnya.
Cara Membasmi Ulat Bulu Pada Tanaman
Tentunya Sahabat Inspirasi Berkebun semua bertanya-tanya apakah yang terjadi pada ulat bulu pada tanaman sehingga dapat mati hanya dengan disemprot cairan yang sudah diberi minyak wangi dan tepung kanji tersebut? Jawabannya cukup sangat sederhana, perlu Sahabat Inspirasi Berkebun ketahui juga bahwa dalam bahan wewangian juga terkandung senyawa-senyawa yang bersifat toksik untuk beberapa jenis serangga. 

Senyawa-senyawa itu diantaranya adalah etanol, aseton, fenol, etil asetat, benzaldehide, ester, benzil alkohol, karbitol, metilen klorida, kamper, siklopentana 2 benzopiran, 3 butane 2 one dan Hidrosinamaldehid. 

Senyawa-senyawa tersebutlah yang disinyalir dapat mematikan populasi ulat bulu pada tanaman dengan merusak sistem pencernaan dan sistem saraf.Tenang saja para Sahabat Inspirasi Berkebun dalam kadar konsentrasi yang kecil senyawa-senyawa tersebut tidak bersifat toksik dan relatif aman jika terhirup oleh manusia, namun yang sangat tidak dianjurkan adalah meminum cairan tersebut.

Sementara itu pemanfaatan tepung kanji dalam pembuatan cairan tersebut diperuntukkan untuk menarik ulat bulu pada tanaman. Hal tersebut disebabkan pada tepung kanji mengandung senyawa pati seperti amilopektin dan amilosa yang sangat disukai oleh ulat bulu sebagai sumber makanan utama yang penting bagi pertumbuhan ulat bulu tersebut. 

Sumber : netsains. net

Sunday, June 4, 2017

Insektisida Nabati Sebagai Pembasmi Ulat Kubis dan Busuk Pada Cabai Menggunakan Puntung Rokok

Dikutip dari halaman web viva.co.id, kelompok mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menemukan sebuah peluang pemanfaatan puntung rokok sebagai insektisida nabati sebagai pembasmi ulat kubis dan busuk pada tanaman cabai. 

Dari hasil penelitian dan riset yang para peneliti lakukan selama 45 hari, dengan membandingkan antara ekstrak daun pepaya dan puntung rokok terhadap jumlah kematian hama ulat kubis (Plutellaxylostella), ternyata puntung rokok lebih unggul dari pada ekstrak daun papaya mempercepat kematian (mortilitas) hama ulat tersebut.

Salah seorang mahasiswa dari peneliti tersebut, Martha Lina mengatakan prosedur penelitian tersebut diketahui dari penyemprotan insektisida nabati dari puntung rokok dan ekstrak dari daun papaya, dengan jangka waktu yang sudah ditentukan.

Dari riset yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa tersebut diketahui bahwa ekstrak dari puntung rokok dapat mengakibatkan 100% tingkat mortalitas pada hama ulat kubis sebanyak 21 ekor ulat kubis dalam kurun waktu 3 hari, sedangkan ekstrak daun papaya hanya mengakibatkan 65% atau sebanyak 14 ekor ulat mati dalam kurun waktu lima hari.

Martha salah seorang peneliti tersebut pada Selasa 3 Maret 2015 mengatakan pada puntung rokok memiliki senyawa alkoida dari daun tembakau. Dengan kata lain, nikotin bisa digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan insektisida.

Menurut salah seorang peneliti bernama martha, kebutuhan akan insektisida sebagai pembasmi hama dalam bidang pertanian terus mendorong para peneliti untuk mencari bahan-bahan dasar pembuat insektisida termasuk senyawa nikotin dari puntung rokok.

Peneliti dari Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Waktu yang diperlukan selama empat bulan sejak bulan Juli hingga Oktober tahun 2011, rancangan yang digunakan ialah rancangan acak lengkap (RAL) untuk penelitian secara (invitro) Jumlah perlakuan ada sepuluh, masing-masing perlakuan diulang tiga kali, perlakuan yang dicoba ialah ekstrak puntung rokok non filter merek A dan B, dengan konsentrasi 20%, 25% dan 30 %. 
Insektisida Nabati Sebagai Pembasmi Ulat Kubis dan Busuk Pada Cabai Menggunakan Puntung Rokok
Faktor yang dicoba ialah pertumbuhan jamur pada medium PDA, Kepadatan populasi konidium dan Persentase perkecambahan konidium, bahan terbaik secara in vitro dicoba pada perlakuan secara (in vivo) dengan rancangan Jumlah perlakuan ada dua belas masing-masing diulang enam kali, perlakuan yang dicoba ialah dengan perendaman lima menit, tujuh menit, dan sepuluh menit. 

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perlakuan pada ekstrak puntung rokok dan tembakau rajangan dapat menghambat perkembangan-perkembangan jamur C.capsici. Ekstrak daun tembakau rajangan dengan konsentrasi sekitar 30% secara invitro terlihat cukup baik dalam menghambat pertumbuhan dan perkembangan dari jamur Colletroticum capsici.

Dengan temuan para peneliti tersebut, Para peneliti optimis jika dikembangkan lebih lanjut maka sampah puntung rokok juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian sebagai insektisida nabati. 

Sumber: viva.co.id & faperta.unsoed.ac.id